HUT Ke-3 Suryakanta Institute Meneguhkan Komitmen

Suryakanta Institute memperingati hari jadi yang ketiga pada Sabtu (11/7/2026), di Kini Kupi, Bangunjiwo, Kabupaten Bantul. Mengusung tema Jejak Langkah Meneguhkan Komitmen, peringatan tahun ini juga menjadi momentum mengenang hari kelahiran pendiri Suryakanta Institute IGK Manila.

Perayaan hari jadi tidak sekadar kilas balik perjalanan lembaga selama tiga tahun terakhir. Kesempatan ini sekaligus menjadi ruang refleksi atas nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh IGK Manila dalam membangun Suryakanta Institute sebagai platform pengetahuan yang berorientasi pada kontribusi nyata bagi masyarakat dan pengembangan kebijakan publik.

Kegiatan dihadiri oleh Direktur Eksekutif Suryakanta Institute Agustinus Moruk Taek, para sahabat pendiri lembaga, mitra akademik, serta puluhan peneliti Suryakanta Institute. Para peserta antusias mengikuti rangkaian acara sejak pukul lima pagi hingga menjelang siang.

Menyapa warga

Para peserta mengawali rangkaian kegiatan dengan jalan santai bersama sejauh lima kilometer. Perjalanan menyusuri area pemukiman warga dan bentangan sawah di Dusun Sekarpetak. Para peserta dan warga setempat saling menyapa dan membagikan semangat berolahraga pagi.

Sepanjang perjalanan, para peserta menikmati keindahan desa wisata sembari berbagi berdiskusi ringan. Selain menjadi sarana mempererat kebersamaan antarpeserta, kegiatan ini merepresentasikan perjalanan Suryakanta Institute yang terus melangkah bersama dalam membangun tradisi keilmuan dan kolaborasi.

Mengunjungi UMKM

Pada titik pemberhentian terakhir aktivitas jalan kaki, para peserta berkesempatan mengunjungi pelaku UMKM Bakpia Barokah 793. Selama sesi kunjungan, peserta bergantian memasuki ruang produksi bakpia. Petugas produksi yang merupakan warga setempat menyambut riang kehadiran para peneliti.

Dalam ruangan yang tak begitu luas itu, rangkaian proses pembuatan isi dan kulit bakpia dilakukan setiap pagi hingga sore hari. Narmi, pemilik UMKM Bakpia Barokah 793 menceritakan sengaja memilih tim warga setempat karena keinginannya dalam melibatkan tetangga.

Aktivitas produksi oleh-oleh khas Jogja ini telah berlangsung lebih dari dari lima tahun. Narmi mengajak tiga orang tetangganya untuk berproses bersama di rumah produksi sekaligus rumah tinggalnya.

Pada kesempatan kunjungan ini, para peserta kegiatan HUT Ke-3 Suryakanta juga mencoba pengalaman membuat bakpia. Para peserta menutup sesi kunjungan dengan memborong puluhan kardus bakpia untuk dibawa pulang.

Merefleksikan nilai-nilai kehidupan sang pendiri

Memasuki sesi utama perayaan, para tamu undangan dan peneliti mengikuti forum refleksi yang dipandu oleh Direktur Eksekutif Agustinus Moruk Taek. Forum ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, mengenang perjalanan bersama Suryakanta Institute, sekaligus merefleksikan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh mendiang IGK Manila.

Salah satu pesan yang terus dikenang mengenai pentingnya mendahulukan kerja dibandingkan hasil. Bagi IGK Manila, setiap individu perlu berfokus pada proses, kontribusi, dan kerja nyata. Beliau meyakini bahwa penghargaan maupun kesejahteraan akan mengikuti ketika seseorang bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh integritas. Prinsip ini menjadi fondasi budaya kerja yang terus dijaga oleh Suryakanta Institute dalam setiap kajian maupun program yang dijalankan.

Nilai lain yang senantiasa diwariskan adalah keberanian untuk mendobrak sekat dan tradisi lama. IGK Manila dikenal sebagai sosok yang terbuka terhadap gagasan baru dan tidak ragu mempertanyakan kebiasaan yang telah dianggap lumrah. Baginya, perubahan hanya dapat lahir ketika seseorang berani melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda serta menghadirkan solusi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dalam kesehariannya, IGK Manila juga memberikan teladan mengenai pentingnya disiplin dan menghargai waktu. Ketepatan waktu tidak hanya dipandang sebagai bentuk kedisiplinan pribadi, tetapi juga sebagai penghormatan terhadap orang lain dan kesempatan untuk terus membangun jejaring serta memperluas peluang berkarya. Nilai tersebut terus menjadi bagian dari budaya profesional yang dikembangkan di lingkungan Suryakanta Institute.

Selain itu, para peserta juga merefleksikan pesan IGK Manila untuk selalu melakukan setiap pekerjaan dengan sepenuh hati. Menurutnya, sekecil apa pun bentuk pekerjaan maupun pelayanan yang diberikan, semuanya harus dijalankan dengan ketulusan. Dari ketulusan tersebut akan lahir proses belajar, pertumbuhan, dan manfaat yang semakin besar bagi banyak pihak.

Meneguhkan komitmen

Tema Jejak Langkah Meneguhkan Komitmen menjadi pengingat bahwa perjalanan Suryakanta Institute selama tiga tahun terakhir dibangun di atas nilai-nilai yang tidak hanya dikenang sebagai warisan seorang pendiri, tetapi juga terus dihidupi dalam setiap aktivitas kelembagaan. Melalui semangat kerja keras, keberanian berinovasi, disiplin, dan ketulusan, Suryakanta Institute berkomitmen untuk terus menghadirkan kajian ilmiah yang berkualitas serta memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan kebijakan publik di Indonesia.

Peringatan hari jadi ketiga ini menjadi penegasan bahwa jejak langkah mendiang IGK Manila tidak berhenti sebagai bagian dari sejarah lembaga. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut terus menjadi arah yang menuntun perjalanan Suryakanta Institute dalam bertumbuh sebagai platform pengetahuan yang menghubungkan ilmu pengetahuan, kepentingan para pemangku kebijakan, dan kebutuhan masyarakat.