Dalam Sejarah filsafat ada sebuah dictum yang mengatakan Prius Manducare, Deinde Philosphare yang artinya makan dulu baru berfilsafat. Menjelaskan bahwa berfilsafat hanya mampu berlaku bagi mereka yang sudah kenyang dan mapan. Dengan kata lain, orang hanya mampu berpikir dengan baik apabila ia sudah kenyang. Namun, patut digarisbawahi bahwa orang lapar juga mampu berpikir dengan baik.
Prius Manducare, Deinde Philosphare mengingatkan pada salah satu program makan gratis dari pemerintahan Prabowo Subianto. Barangkali program makan siang gratis menjadi itikad baik Presiden Prabowo bahwa makanan menjadi hal utama yang dapat menunjang pendidikan anak bangsa.
Bila dilihat dari kondisi pendidikan hari ini, ada satu hal yang lebih penting, bahwa substansi dari pendidikan bukan sepenuhnya terletak pada makan gratis. Masih banyak kesenjangan akses pendidikan antara kota dan pedesaan. Kesejahteraan guru yang belum optimal, kurangnya sarana dan prasarana pendidikan yang menunjang pembelajaran, putus sekolah akibat biaya pendidikan, menjadi deretan isu krusial dalam aspek pendidikan di Indonesia.
Makanan memang suatu kebutuhan vital yang dapat menunjang siswa dapat belajar dengan baik. Namun, bila melihat kondisi pendidikan di Indonesia, patut menjadi pertanyaan bagi pemerintah, apakah program makan gratis sudah juga diimbangi dengan akses pendidikan yang baik?
Problem pendidikan hari ini bila melihat kesenjangan pendidikan masih banyak hal yang mesti diperhatikan. Lantas, akan dibawa ke arah mana pendidikan Indonesia? Pemerintah sebaiknya segera melakukan evaluasi dan menimbang ulang antara akses pendidikan yang bermutu, atau pengadaan makan gratis yang tidak ditunjang dengan pemerataan pendidikan.